Tinjauan Fatwa DSN-MUI No 44/DSN-MUI/VIII/2004 Terhadap Akad Ijarah Multijasa Dalam Pembiayaan Pernikahan

  • Nur Izzah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta
  • Refi Malinda Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta
Keywords: Ijarah Multijasa, Marriage, DSN-MUI Fatwa

Abstract

The factor that causes people who are not ready to get married is that the cost of marriage is too expensive because marriage is considered a precious moment in life so that this marriage wants to be held luxuriously and festively. With the existence of wedding financing using a multijasa ijarah contract, it helps those who want to get married but lack funds. However, there is a difference of opinion according to Ibn Mas'ud and Shaykh Muhammad bin Shalih Al-Uthaimin regarding this wedding financing. This research uses qualitative research in the form of a case study with a normative approach. The research results show that (1) the practice used by the institution is to use an ijarah contract where the BMT is a service provider for customers in need and the BMT will conduct lease transactions with those who rent goods because the customer is not given cash by the BMT and the BMT represents the customer to pay the rent. (2). The practice applied by the BMT institution is in accordance with the fawa DSN-MUI Number 44/DSN-MUI/VIII/2004.

References

BMT AL-FATH IKMI. “syarat pembiayaan ijarah multijasa”. Diakses pada 11 Juni 2024 dari https://bmtalfath.com/v3/
Farid Achmad. (2015) pembiayaan ijarah multijasa pada jasa keuangan di KSU Syariah Usaha Mulya Probolinngi. jurnal Iqtisaduna 6(2).
Fatwa DSN MUI No 44/DSN-MUI/VIII/2004 tentang Akad Ijarah Multijasa.
Fatwa DSN-MUI Nomor.112/DSN-MUI/IX/2017 Tentang akad ijarah.
Hafid Abdul. (2023) “Hukum Hutang Piutang sebagai Modal Nikah: studi di kelurahan Pota, Sambi Rampas, Nusa Tenggara Timur” Jurnal Hukum dan pranata sosial Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo.
Hamid Zahry. (1978) Pokok-Pokok Hukum Nikah Islam dan Undang-Undang Nikah di Indonesia, Yogyakarta: Bina Cipta.
Hasan M.Ali. (2003) berbagai macam transaksi dalam Islam (Fiqih muamalat. Jakarta;PT Raja Grafindo persada.
Karim, Adiwarman. (2010) Bank Islam Analisis Fiqih Dan Keuangan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Khaya Mayla (2024) Pembiayaan pernikahan bagi lajang prespektif Muhammad Abduh Tuasikal. Jurnal pemikiran syariah dan hukum. 8(1).
Kompasiana. “Pembiayaan Multijasa (Akad Yang Seharusnya digunakan)” diakses pada 26 April 2024 dari http://www.kompasiana.com.
Kurniasari wulan Fahmi (2019) praktik akad ijarah pada pembiayaan multijasa umroh di PT BPRS saka dana mulia kudus. skripsi fakultas Syariah dan bisnis islam universitas Negri walisongo Semarang.
Muhammad syekh Muhammad. (2002) Uwaidah, Fiqih Wanita. Cet 1 Jakarta:Pustaka al-Kautsar.
Munajid, Muhammad Saalih (2012) “Berhutang untuk menikah” diakses pada 22 Maret 2024 dari https://islamqa.info/amp/id/answers/83869.
Sudarsono. (1992) Pokok-pokok Hukum Islam. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Syarifudin Amir. (2006) Hukum Perkawinan Islam di Indonesia antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana.
Tarmizi Erwandi. (2017) Harta haram muamalat kontemporer. cetakan ke 15. Bogor,berkat Mulia Insani.
Tuasikal, Muhammad Abduh (2015) “Bolehkah hutang untuk menikah” diakses pada 05 Maret 2024 dari https://rumaysho.com/10388-bolehkah-utang-untuk-menikah.html
Published
2026-02-27
Abstract viewed = 1 times
pdf (Bahasa Indonesia) downloaded = 0 times
How to Cite
Nur Izzah, & Refi Malinda. (2026). Tinjauan Fatwa DSN-MUI No 44/DSN-MUI/VIII/2004 Terhadap Akad Ijarah Multijasa Dalam Pembiayaan Pernikahan. Al-Mizan : Jurnal Hukum Dan Ekonomi Islam, 10(1), 61-76. Retrieved from https://ejurnal.iiq.ac.id/index.php/almizan/article/view/4602

Most read articles by the same author(s)