Muhammad Basiuni Imran: Tokoh Legendaris Islam, Sambas, Kalimantan Barat Abad 20 M

Merunut Akar Intelektual dan Ide Pembaharuan di Wilayah Sambas

Authors

  • State Institute of Islamic Studies (IAIN) Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.33511/alfanar.v5n1.57-70

Abstract

Research on ulama in West Borneo is important because it hasn’t been widely studied by researchers. Based on these reasons, the researcher is interested in studying this theme further. ‎This study uses the genealogy of knowledge theory and with a historical approach. The ‎conclusion of this article is a‎ Muhammad Basiuni Imran's thoughts were much influenced by Muhammad Rasyid Ridha in particular the idea of ​​Islamic reform, and these ideas were accentuated in the Sambas region, especially in reforming education.

References

Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII, Jakarta : Kencana, 2004.

Burhanuddin, Jajat. Ulama Kekuasaaan : Pergumulan Elit Muslim dalam Sejarah Indonesia, cet. I, Bandung : Mizan, 2012.

Foucault, Michel. The Archaeology of Knowledge, New York: Row Publisher, 1976.

G. F. Pijper, Beberapa Studi tentang Sejarah Islam di Indonesia 1900-1950, terj. Jakarta : UI Press, 1985.

Ismail, A. Muis. Muhammad Basiuni Imran‎ (Maha Raja Sambas), Pontianak, FISIP UNTAN, 1993.

Jabbar, Luqman Abdul. “Tafsir Al-Qur`an Pertama di Kalimantan Barat (Studi ‎Naskah Kuno ‎Tafsir Surat Tujuh Karya Maharaja Imam Kerajaan Sambas ‎1883-1976 M)”, jurnal ‎Khatulistiwa : Journal of Islamic Studies, vol. 5, no. 1, 2015.

Jaelani, “Sultan Muhammad Syafiuddin II : Pemimpin Karismatik dari Ujung Utara Borneo Barat”, dalam jurnal Khatulistiwa, vol. 4, no. 2, 2014.

Mahrus, Erwin. Falsafah dan Gerakan Pendidikan Islam, Maharaja Imam Sambas Muhammad Basiuni Imran (1885-1976 M), Pontianak : STAIN Press, 2007.

Munif, Abdul. Transmisi Pengetahuan Timur Tengah ke Indonesia, Yogyakarta : Sukses ‎Offest, 2008.

Musa, Pabali H. Sejarah Kesultanan Sambas Kalimantan Barat : Kajian Naskah Rajaraja dan Silsilah Raja Sambas, Pontianak : STAIN Press, 2003.

Nur Haris Didik M. dan Rahimin Affandi, “Pemikiran Keagamaan Muhammad Basiuni Imran”, vol. 16, no. 2, 2017.

Puslitbang Kemenag RI, Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara, cet. I, jilid. 3 (B-I), Jakarta : Puslitbang Kemenag RI, 2016

Riddell, Peter G. Islam and the Malay – Indonesian World : Transmission and Responses, London : Hurst & Company, 2001.

Risa, Perkembangan Islam di Kesultanan Sambas : Kajian Atas Lembaga Keislaman pada Masa Pemerintahan Sultan Muhammad Syafiuddin II 1866-1922 M, Yogyakarta : Ombak, 2015.

Salim, Moh. Haitami. dkk. Sejarah Kesultanan Sambas Kalimantan Barat, cet. 3, Jakarta : Puslitbang Kemenag RI, 2011.

Siregar, Hamka. “Dynamics of Local Islam : Fatwa of Muhammad Basiuni Imran, the Grend Imam of Sambas, on the Friday Prayer Attended by Fewers then Forty People” dalam jural Al-Albab, vol. 2, no. 2, 2013.

‎Syakib, Arsalan, al-Amir. Mengapa Kaum Muslimin Mundur, terj. Munawwar Chalil, Jakarta: Bulan Bintang, ‎1954.

Wibowo, Basuki. “Otimalisasi Kraton Qadariyah dalam Pengembangan Pariwisata di Kota Pontianak Kalimantan Barat, jurnal Edukasi, vol. 1, no. 1, 2014.

Downloads

Published

2022-02-28

How to Cite

[1]
2022. Muhammad Basiuni Imran: Tokoh Legendaris Islam, Sambas, Kalimantan Barat Abad 20 M: Merunut Akar Intelektual dan Ide Pembaharuan di Wilayah Sambas. Al-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. 5, 1 (Feb. 2022), 57–70. DOI:https://doi.org/10.33511/alfanar.v5n1.57-70.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >>