Penalaran Moral Dalam Mencegah Delikuensi Remaja

  • Harmathilda Hasanusi Institut Ilmu Al Quran
Keywords: penalaran moral, delikuensi, remaja, orang tua, moral, Islam

Abstract

Discussing about adolescent is never separated from social life, environment or his/her behavior. Adolescent is a person that no longer seen as a child, but can not be said as an adult as well. In this condition, sometimes they make troubles or problems. Then, there is an assumption that adolescents are a strange group because they have values ​​that are different from their parents or people who are more mature than them. So, it is very important to understand the moral reasoning by all children in preventing adolescent delinquency. Moral reasoning is how a person can make a decision whether what he does is something good or bad; the reason for them to think that whatever they do is considered good or bad. Moral reasoning develops in the order of stages. Therefore, children always need guidance from parents or teachers so they can always move carefully according to the level of reasoning.

References

Ahmed, Sofe, “Sigmund Freud’s psychoanalytic theory Oedipus complex: A critical study with reference to D. H. Lawrence’s “Sons and Lovers”, in Internal journal of English and literature, Volume 3, No 3 (Maret 2012) ; Pp. 60-70.

American Psychological Association, Developing Adolescents : A Reference for Professionals - Guindances Book. (Washington, USA : The American Psychological Association, Washington, USA, 2002).

Gunarsa, Singgih Dirga & Yulia Singgih Dirga Gunarsa, Dari Anak Sampai Lanjut Usia - Bunga Rampai Psikologi Perkembangan (Jakarta : Gunung Mulia, 2009).

Psikologi Praktis - Anak, Remaja dan Keluarga (Jakarta : Gunung Mulia, 1995).

Hashmi, Saba, “Adolescence: An Age of Storm and Stress”, in Journal of Review of Arts and Humanities, Volume 2 No. 1 (June 2013) ; Pp. 19 – 33.

Heni Anggraeni Vinariesta, Margono & Siti Awaliyah, “Pola Asuh Orang Tua Dalam Mengembangkan Penalaran Moral Anak”, dalam Jurnal online Universitas Negeri Malang, Volume 2, Nomor 1 (2013) ; Pp. 1 – 12.

Hurlock, Elizabeth, Psikologi Perkembangan. Judul Asli Developmental Psychology (Jakarta : Erlangga, 2002).

Psikologi Perkembangan : Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Terjm. bahasa Isti Widayanti & Sudjarwo., Judul Asli : Development Psychology : A Life-Span Approach (Jakarta : Erlangga, 1999).

Joseph, Novita, “Berbagai Penyebab Remaja Memberontak, Berdasarkan Usianya”, Artikel. https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/penyebab-usia-remaja-memberontak/. Published by : www.helosehat.com.

Kartono, Kartini, Patologi Sosial 2 - Kenakalan Remaja (Jakarta : Rajawali, 2003).

Lestari, Puji, “Fenomena Kenakalan Remaja di Indonesia”, dalam Jurnal Kajian Ilmiah Humanika, Volume 12, Nomor 1 (2012) ; Pp. 16 - 38.

Maentiningsih, Desiani, “Hubungan antara secure attachment dengan motivasi berprestasi pada remaja”, Jurnal Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma (Maret 2008).

Marliani, Rosleny, Psikologi Perkembangan (Bandung : Pustaka Setia, Cetakan ke 1, 2015).

Monks, F.J., dkk, Psikologi Perkembangan : Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Judul Asli : Ontwikkelings Psychologie – Inleiding tot de Verschillende Deelgebieden (Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, Cetakan Ke 12, 1999).

Mukhoyyaroh, Tatik, “Penalaran Moral Remaja Perempuan Ditinjau Dari Konformitas dan Lingkungan Tempat Tinggal”, dalam Jurnal Penelitian Psikologi, Volume 03, Nomor 01 (2012) ; Pp. 355 – 366.

Murray, Joseph & David P. Farrington, “Risk Factor for Conduct Disorder and Deliquency”, in The Canadian Journa Psychiatry. Volume 5, No. 10 (October 2010) ; Pp. 633 – 642.

Paramitasari, Radhitia & Ilham Nur Alfian, “Hubungan Antara Kematangan Emosi Dengan Kecenderungan Memaafkan Pada Remaja Akhir”, dalam Jurnal Psikologi dan Pendidikan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya, Volume 1, Nomor 2 (Juni 2012) ; Pp. 1 – 7.

Rahmaningsih, Novia Dwi & Wisjnu Martani, “Dinamika Konsep Diri pada Remaja Perempuan Pembaca Teenlit”, dalam Jurnal Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada,Volume 41, Nomor. 2 (Desember 2014) ; Pp. 179 – 189.

Riyadi, Selamet, Religiusitas dan Perilaku Kesehatan (Tangerang Selatan : Cinta Buku Media, Cetakan ke 2, 2016).

Sartika, Resa Eka Ayu, “Anda Benar, Otak Remaja Tidak Bisa Bedakan Mana yang Penting dan Tidak”, http://sains.kompas.com/read/2017/12/05/115410623/anda-benar-otak-remaja-tidak-bisa-bedakan-mana-yang-penting-dan-tidak. Published by : www.kompas.com (05/12/2017, 11:54).

Sarwono, Sarlito W., Psikologi Remaja (Jakarta : Rajagrafindo Persada, Edisi Revisi, Cetakan ke 14, 2011).

Setiawati, Oktavia Ruthdian, Hardjono & Nugraha Arif Karyanta, “Perbedaan Tingkat Perkembangan Penalaran Moral Ditinjau Dari Status Identitas Pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Angkatan 2012”, dalam Jurnal Fakultas Kedokteran UNS, Volume 3, Nomor 4 (Maret 2015) ; Pp. 227 – 238.

Valentine, Febrin Sarshia & Yunita Kurniawati, “ Penalaran Moral Remaja Mantan Pengguna Obat Double L - (Studi Kasus Pada Siswa SMP di Sekolah Berbasis Agama”, Jurnal Universitas Brawijaya (Juli 2017) ; Pp. 1 – 11.

W, Yetti Nurliana, “Konsep Diri Remaja (Siswa Kelas X SMA)”, Jurnal Fakultas Psikologi UMM, Seminar Psikologi & Kemanusiaan - Forum Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (2015) ; Pp. 440 – 445.

You, D. & N. H. Penny, “Assessing students’ moral reasioning of a values-based Education”, in Journal Psychology Research, Volume 1, No. 6 (2011) ; Pp..385 – 391.

Yustati, Herlina, Religiusitas dan Konsumerisme Mahasiswa Muslim (Tangerang Selatan : Cinta Buku Media. Cetakan ke 1, 2014).

Yusuf, Syamsu, Psikologi Anak dan Remaja (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2004).

Published
2019-06-01
Section
Articles
Abstract viewed = 2 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 2 times