KOMUNIKASI BUDAYA GOTONG ROYONG MASYARAKAT GORONTALO TERHADAP DAMPAK BANJIR DI MASA PANDEMI COVID-19

  • Yunita Umar IIQ Jakarta
Kata Kunci: Covid 19., natural disaster., floods, mutual cooperation, of culture.

Abstrak

Saat pandemi Covid-19 melanda, bencana alam seperti banjir dan longsor terjadi di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di Provinsi Gorontalo. Sejumlah wilayah di sekitar Sungai Bone di Kabupaten Bone Bolango hingga sebagian Kota Gorontalo direndam banjir bandang.Dalam merespon permasalahan lingkungan tersebut, perlu adanya peningkatkan kepedulian dan peran masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek budaya, komunikasi, kolaborasi (gotong royong), kesehatan (penyakit), dan ekonomi (permukiman dan potensi sumber daya alam) dari peristiwa banjir di Kabupaten Bone Bolango.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan penelaahan dokumen atau literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat tidak hanya diam menghadapi banjir tetapi juga menyesuaikan diri dan sadar untuk melakukan usaha perbaikan atau membangun kesadaran komunikasi terhadap kondisi lingkungan. Komunikasi gotong royong warga terjadi pada saat banjir datang dan pascabanjir. Sementara para warga menunggu bantuan dan melakukan kerja bakti . Penyakit yang muncul di lokasi penelitian adalah penyakit batuk, diare, sakit kepala, kulit gatal dan demam. Kerusakan mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, fasilitas pendidikan, peribadatan, persawahan, perkebunan dan permukiman.

Referensi

Alma, Buchari dkk.2010. Pembelajaran Studi Sosial, Alfabeta. Bandung.
Cohen dan Prusak (2001) dikutip dalam Ancok, “Modal Sosial dan Kualitas Masyarakat”, dalam Bulaksumur Mengagas Kesejahteraan Sosial, Penerbit Kanisius. Yogyakarta. 2009.
Daulima, Farha. 2006. Lahilote: Cerita Rakyat Daerah Gorontalo dalam bahasa daerah Gorontalo. Forum suara perempuan LSM “Mbui Bungale”. Effendi, Tadjuddin Noer. 2013. “Budaya Gotong-Royong Masyarakat dalam
Perubahan Sosial Saat Ini”, Jurnal Pemikiran Sosiologi Volume 2 No. 1.
Habiba, Nurhija dkk. 2017. Adaptasi Sosial Masyarakat Kawasan Banjir Di Desa Bojonglo Kecamatan Rancaekek, dalam Jurnal SOSIOGLOBAL: Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, Vol. 2, No.1, Desember.
Koentjaraningrat. 1977. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. PT Gramedia.
Jakarta.
Larsen, M.C., Conde, M.T.V., Clark, R.A. 2001.Landslide Hazards Associated with FlashFloods, with Examples from the Dexember, 1999 Disaster in Venezuela, Coping with Flash floods, Kluwer Academic Publisher.
Maryono A dan Danoedoro, Projo. 2008.“Dampak Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Respons Debit dan Bahaya Banjir”, PUSPICS Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.
Pasya, Gurniwan K. 1987. Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat. Universitas Pendidikan Indonesia.Bandung.
Sartono Kartodijo, 1987, “Gotong-royong: Saling Menolong Dalam Pembangunan Masyarakat Indonesia, dalam Callette, Nat.J dan Kayam, Umar (ed),
Kebudayaan dan Pembangunan: Sebuah Pendekatan Terhadap Antropologi Terapan di Indonesia. Yayasan Obor. Jakarta.
Satori, Djama’an dan Aan Komariah. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif.
Alfabeta. Bandung.
Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum dalam Lintas Sejarah, Pustaka Setia. Bandung.

Referensi Lain
Wawancara sebagai sumber observasinya:
Muhammad Syaiful, Wawancara, Gorontalo, 9 Juli 2020. Lian Abdullah, Wawancara, Gorontalo, 9 Juli 2020.
Arten Supu, Wawancara, Gorontalo 9 Juli 2020. Umar Supu, Wawancara, Gorontalo, 9 Juli 2020.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo, Wawancara, Gorontalo, 13 Juli 2020.
Diterbitkan
2023-02-27
Abstrak viewed = 259 times
PDF downloaded = 345 times