IMPLEMENTASI FUNGSI SOSIAL LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH SEBAGAI KEWAJIBAN HUKUM DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN

  • Ahmad Rifat Mathar Institut Ilmu Al-Qur`an, Jakarta
  • Ai Rahmawati UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
  • Nuraida Fitriani UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Abstract

Abstract--Islamic financial institutions (IFIs) exist as institutions that not only perform financial intermediation functions, similar to conventional financial institutions, but also uphold social responsibility within the framework of justice and equitable welfare inherent in Islamic values and the implementation of Maqasid al-Shariah. In the context of Indonesia's dual economic system, Islamic Financial Institutions possess distinct characteristics compared to conventional financial institutions, particularly in the management of social funds such as zakat, infaq, and sadaqah. This research examines the social function of Islamic financial institutions as a legal obligation stipulated in laws and regulations, specifically Law Number 21 of 2008 concerning Islamic Banking and Financial Services Authority (OJK) Regulation Number 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies. One concrete form of this social function is the management of social funds such as zakat, infaq, sadaqah, and waqf, including funds that cannot be recognized as income (TBDSP). These are funds originating from transactions not in accordance with Shariah principles, such as interest from conventional current accounts or other non-halal income. These TBDSP funds must be channeled for social purposes and cannot be utilized as institutional profit. This research was conducted using an approach based on the theories of wealth distribution and social justice in Islam, by examining the 2024 annual reports of the three largest Islamic financial institutions with the highest assets in Indonesia: Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Syariah Muamalat Indonesia (BMI), and Bank CIMB Niaga Syariah. The analysis results indicate that Islamic Financial Institutions have implemented their social functions through the active management and distribution of social funds, as part of their moral responsibility and Shariah mandate to create distributive justice and the welfare of the ummah.

References

Abdalati, M. (1975). Islam and focus. Cressent Publishing.
Amelia, R. (2023). Distribusi harta kekayaan dalam perspektif Islam. Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi, 1(3), 175–186.
Antonio, M. S. (2001). Bank syariah: Dari teori ke praktik (Cet. 1). Gema Insani Press.
Arifin, Z. (2023). Penerapan ESG dalam perbankan syariah dan kontribusinya terhadap SDGs. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah, 7(2).
Ariswanto, D. (2021). Analisis fatwa DSN Nomor 123/DSN-MUI/XI/2018 tentang dana TBDSP dalam perspektif sosiologi hukum. Jurnal Saujana, 3(1), 6.
Ascarya. (2007). Akad dan produk bank syariah. Bank Indonesia.
Assiba’i, M. (1993). Kehidupan sosial menurut Islam: Tuntunan hidup bermasyarakat (M. A. Ratomy, Terj.). CV Diponegoro.
Azkya, V., & Budianto, E. W. H. (2024). Pengaruh penerimaan dana ZISWAF, simpanan giro wadiah, dan pendapatan murabahah terhadap BOPO dengan firm size sebagai variabel moderasi pada perbankan syariah di Indonesia periode 2018–2023. Jihbiz: Global Journal of Islamic Banking and Finance, 6(1), 33.
Bank Muamalat Indonesia. (n.d.). Sejarah. Diakses 10 Juni 2025, dari https://www.bankmuamalat.co.id/index.php/sejarah
Bank Syariah Indonesia. (n.d.). Sejarah perseroan. Diakses 10 Juni 2025, dari https://ir.bankbsi.co.id/corporate_history.html
Bisnis.com. (2024, 8 November). Bank syariah dengan aset terbesar kuartal III/2024: CIMB Niaga Syariah salip Muamalat. https://finansial.bisnis.com/read/20241108/90/1814417/bank-syariah-dengan-aset-terbesar-kuartal-iii2024-cimb-niaga-syariah-salip-muamalat
Chapra, M. U. (2000). The future of economics: An Islamic perspektif. The Islamic Foundation.
CIMB Niaga. (n.d.). Sejarah perseroan. Diakses 10 Juni 2025, dari https://investor.cimbniaga.co.id/gcg/history.html?lang=id&source=corporate
Departemen Agama RI. (2002). Al-Qur’an dan terjemahnya. Pena Pundi Aksara.
Djumahana, M. (2012). Hukum perbankan di Indonesia. Citra Aditya Bakti.
Fadilah, N. (2020). Teori konsumsi, produksi dan distribusi dalam pandangan ekonomi syariah. Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 1(4), 17–38.
Ghofur, A. (2017). Pengantar ekonomi syariah: Konsep dasar, paradigma, dan pengembangan ekonomi syariah. Raja Grafindo Utama.
Imarah, M. (1998). Islam dan keamanan sosial (A. H. al-Kattani, Terj.). Gema Insani Press.
Jajasan Penjelenggara Penterdjemah. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya edisi penyempurnaan 2019, Juz 1–10. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Moleong, L. J. (2006). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Muksin, M., et al. (2024). Peran lembaga keuangan syariah sosial di Indonesia menuju transformasi digital. JIMPA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah, 4(1), 369.
Muslimin, J. (2022). Filsafat hukum ekonomi syariah: Sketsa dan aktualisasi. Pustakapedia.
Mustakim. (2019). Dasar hukum dan filosofi distribusi dalam ekonomi Islam. Al-Mizan: Jurnal Ekonomi Syariah, 2(1), 68–87.
Mutaqin, K., Hakim, A. A., & Nurwahidah, D. (2024). Analisis perlakuan dana non halal sebagai dana kebajikan dan reputasi pada lembaga keuangan syariah. Eco-Iqtishodi: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah, 5(2), 166.
Nasution, H., & Effendy, B. (Peny.). (1995). Hak asasi manusia dalam Islam. Yayasan Obor Indonesia.
Nurain, S. N. S. D. (2024). Prinsip keadilan sosial dalam Islam: Studi teks Al-Qur’an dan hadits. Jurnal Interdisiplin Sosiologi Agama (JINSA), 4(1), 39.
Prehantoro. (2010). Fungsi sosial bank syariah. Perspektif, 15(2), 139.
Purwanto, M. R. (2019). Keadilan dan negara: Pemikiran Sayyid Qutb tentang pemerintahan yang berkeadilan. Universitas Islam Indonesia.
Quthb, S. (1984). Al-‘adalah al-ijtima’iyyah fil Islam (A. Mohammad, Terj.). Pustaka.
Rahmawaty, A. (2013). Upaya pemerataan kesejahteraan melalui keadilan distributif. Equilibrium: Jurnal Ekonomi-Manajemen-Akuntansi, 1(1), 11–12.
Republik Indonesia. (1972). Surat Keputusan Menteri Keuangan No. Kep-38/MK/IV/1/1972 Tentang Perubahan Dan Tambahan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. Kep-792/MK/IV/12/1970 Tanggal 7 Desember 1970.
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
Sari, N. L., et al. (2024). Fiqh lembaga keuangan sosial syariah [Makalah]. Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam, Gunung Djati Conference Series 42, 412.
Suryanto, M. H. (2016). Sistem operasional manajemen distribusi (T. Lesamana, Ed.). PT Grasindo.
Syarigawir, et al. (2023). Sistem distribusi kekayaan negara dalam perspektif Islam. Adz Dzahab: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 8(1), 133.
Wibowo, J. (2014). Peran lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank dalam memberikan distribusi keadilan bagi masyarakat. Jurnal Masalah-Masalah Hukum, 43(1), 88.
Published
2025-12-31
Abstract viewed = 10 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 16 times
How to Cite
MatharA. R., Ai Rahmawati, & Nuraida Fitriani. (2025). IMPLEMENTASI FUNGSI SOSIAL LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH SEBAGAI KEWAJIBAN HUKUM DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN. MISYKAT: Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Quran Hadits Syari’ah Dan Tarbiyah, 10(2), 22-34. https://doi.org/10.33511/misykat.v10n2.22-34