Relasi Gender Dalam Tafsir Muhammad al-Ghazali dan Relevansinya Terhadap Gerakan Gender Mainstreaming
Abstract
Penelitian ini mengkaji penafsiran ayat-ayat relasi gender perspektif Muhammad al-Ghazali, dalam kitab tafsir Nahwa Tafsir Maudu’i li Suwar Al-Qur’an Al-Karim dan di dalam karyanya yang merujuk pada tema ini. Diskursus relasi gender memberikan warna baru dalam pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an, terjadi progresivitas yang melahirkan dua paradigma penafsiran yang diulas dalam penelitian ini, yaitu maqasid dan kontekstual. Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengulas tuduhan yang disampaikan oleh feminis bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang dianggap diskriminatif kepada perempuan, dan relevansi penafsiran ayat-ayat relasi gender dengan gerakan gender mainstreaming. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kritis pemikiran Muhammad al-Ghazali atas ayat-ayat relasi gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan model analisis data deskriptif analitik. Sumber utama penelitian ini adalah kitab tafsir Nahwa Tafsir Maudu’i li Suwar Al-Qur’an Al-Karim yang kemudian dielaborasi dengan sumber-sumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ghazali merupakan mufasir yang progresif memahami ayat-ayat relasi gender, mengkritisi pengekangan perempuan dan pembebasan perempuan sebebas-bebasnya. Penjelasan yang disampaikan lugas dan memusatkan penjelasan pada aspek tujuan suatu ayat diturunkan. Menurutnya, kepemimpinan dalam rumah tangga adalah normatif, formulasi 1:2 dalam persoalan saksi adalah untuk memperingan tugas perempuan sebagai saksi, formulasi 2:1 dalam persoalan waris adalah mempertimbangkan kewajiban nafkah laki-laki, perempuan berhak menolak suaminya poligami, dan talak harus mengutamakan kedamaian dala`m perpisahan.
References
Ad-Dukhayyil, S. F. (1979). Mawsu’ah Fiqh ‘Aisyah Umm al-Mu’minin, Hayatiha wa Fiqhiha. Beirut: Dar an-Nafais.
Al-Gazhali, M. (2000). Nawa Tafsir Maudu’i li Suwar Al-Qur’an Al-Karim. Mesir: Dar asy-Syuruq.
Al-Ghazali, M. (t.thn). as-Sunnah bain Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadis. Mesir: Dar asy-Syuruq.
Al-Ghazali, M. (t.thn). Qadaya al-Mar’ah bain at-Taqalid ar-Rakidah wa al-Wafidah. Mesir: Dar asy-Syuruq.
Al-Hasyimi, A. (t.thn). as-Sihr al-Halal fi al-Hukm wa al-Amsal. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah.
Al-Siba'i, M. (1999). al-Mar'ah bain al-Fiqh wa al-Qanun. Beirut: Dar al-Waraq.
An-Nasa’i. (2001). as-Sunan an-Nasa’i. Beirut: Mu’assasah ar-Risalah.
Arbiyanti, H. (Juli - Desember 2020). Perempuan dan Karier: Perbandingan Kesenjangan Upah Gender di Indonesia dengan Negara-negara di Eropa (Studi Kasus: Finlandia, Inggris, Prancis, dan Jerman. Jurnal Hawa.
Arsal, B. d. (2020). Kepemimpinan Perempuan: Penerapan Metode Tafsir Hermeneutika Feminisme Amina Wadud. Al-Quds: Jurnal Studi al-Qur’an dan Hadis.
As-Sarakhsiy, A. S. (t.thn.). al-Mabsut li as-Sarakhsiy. Mesir: Matba’ah as-Sa’adah.
At-Tabrani, A. a.-Q. (1985). Mu’jam as-Saghir li at-Tabrani. Beirut: al-Maktab al-Islami.
Batisyah, ‘. (2010). asy-Syaikh Muhammad al-Ghazali Syahid ‘ala al-Asr. Dar al-Ma’arif.
Catarina Arnaut, d. (2016). What is Gender Mainstreaming ? Luksemburg: Publications Office of the European Union.
Firdaus, M. (2015). Pembaharuan Hukum Waris Islam Di Era Kontemporer. Istibath: Jurnal Hukum Islam.
Hamzah, A. (2020). Metode Penelitian kepustakaan (Library Research): Kajian Filosofis, Teoritis, Aplikasi, Proses, dan Hasil Penelitian. Malang: Literasi Nusantara.
Hannah, A. I. (2017). Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia. Share Social Work Journal.
Husni, A. H. (November 2015). Problematika Tafsir Feminis: Studi Kritis Konsep Kesetaraan Gender. al-Tahrir.
Indarti, S. H. (Juni 2019). Peran Perempuan Dalam Pembangunan Masyarakat. The Indonesian Journal of Public Administration.
Kodir, Faqihuddin Abdul. Qira'ah Mubadalah. Yogyakarta: IRCiSoD, 2019.
Komnas Perempuan. (2023). Dipetik Maret 15, 2023, dari https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/siaran-pers-komnas-perempuan-pastikan-siklus-kekerasan-berhenti-dalam-penanganan-kasus-kekerasan-dalam-rumah-tangga
Krisnalita, L. Y. (2018). Perempuan, Ham Dan Permasalahannya Di Indonesia. Binamulia Hukum.
Lusia Pululungan, d. (2020). Perempuan, Masyarakat Patriarki, dan Kesetaraan Gender. Jakarta: Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia.
Mazah, S. (2020). At-Tazkiyah al-Akhlaqiyyah fi Fikr Muhammad al-Ghazali”, Disertasi. Universitas al-Azhar Kairo.
Majid, F. A. (11-12 Februari 2019). al-Mar’ah fi al-Fikr al-Islami asy-Syaikh Muhammad al-Ghazali Anamudzaja. Global Proceedings Repository.
Mulkawi, F. H. (1996). al-‘Ata’ al-Fikr li al-Marhum asy-Syaikh Muhammad al-Ghazali. Oman: Mu’assasah ‘Alu al-Bait Jam’iyyah ad-Dirasat wa al-Buhus al-Islamiyah.
Nation, U. (2002). Gender Mainstreaming an Overview. New York: United Nation.
Qomariah, D. N. (Desember 2019). Persepsi Masyarakat Mengenai Kesetaraan Gender Dalam Keluarga. Jurnal Cendekiawan Ilmiah.
Radianti, Amina Wadud Muhsin terj. Yaziar. Wanita di Dalam Al-Qur’an. Bandung: Pustaka, 1994.
Rofiah, Nur. “Kesetaraan Dalam Rumah Tangga Perspektif Islam.” Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, Juni 2017.
—. Nalar Kritis Muslimah. Bandung: Afkaruna, 2020.
Sahran, R. S. (Juni 2016). Membangun Kesetaraan Gender Tentang Wali Nikah Dan Saksi Dalam Hukum Keluarga Islam Di Indonesia (Maqashid Al-Syari’ah Approach). Jurnal Aqlam.
Statistik, B. P. (2024, Juni 19). Diambil kembali dari https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDY2IzI=/perempuan-sebagai-tenaga-profesional.html
Tanamal, M. R. (2022). Peran Perempuan Dalam Ketahanan Nasional. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja.





