https://ejurnal.iiq.ac.id/index.php/almizan/issue/feed Al-Mizan: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam 2021-04-26T13:56:44+00:00 Syafaat almizan@iiq.ac.id Open Journal Systems <p align="justify"><strong><img style="float: left; width: 177px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #184b80;" src="/public/site/images/admin/190314_143301_journalThumbnail_en_US.jpg" width="221" height="284"></strong></p> <p>Jurnal Al-Mizan Adalah Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam diterbitkan oleh Fakultas Syariah Institut Ilmu Al Quran Jakarta. Jurnal al-Mizan terbit 2 (dua) kali setahun (September &amp; Februari). al-Mizan menerima kontribusi tulisan berupa artikel, laporan penelitian dan resensi buku</p> <p><strong>P-ISSN :&nbsp;<a title="p-issn" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1330217505&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2085-6792</a></strong><br><strong>E-ISSN : <a title="e-issn" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1549434171&amp;1&amp;&amp;2019" target="_blank" rel="noopener">2656-7164</a></strong></p> <p>&nbsp;</p> https://ejurnal.iiq.ac.id/index.php/almizan/article/view/224 Tinjauan Yuridis Penyelesaian Sengketa Perlindungan Konsumen Jasa Bank Syariah 2021-04-26T13:53:03+00:00 Nadjematul Faizah emma.nfaizah@gmail.com Mutiara Elsafitri elsafitri.mutiara@gmail.com <p>Penelitian ini menganalisis tentang putusan-putusan hakim tentang akad pembiayaan murâbahah Nomor 8 Tanggal 16 April 2010 yang menjadi sengketa menggunakan Pendekatan kepustakaan/content analysis. Jenis penelitian hukum normatif menggunakan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan didukung dengan data kualitatif hasil wawancara dengan Anggota Majelis BPSK Kabupaten Bandung terlibat dalam memutus perkara dan Panitera Muda Hukum Pengadilan Negeri Bale Bandung terkait sengketa PT Bank BRI Syariah yang mencakup Putusan BPSK Nomor 07/PTS-ARBT/II/2013/BPSK-Kab-Bdg, Putusan Pengadilan Bale Bandung Nomor 48/Pdt.G/2013/PN.BB, dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 56 K/Pdt.Sus-BPSK/2014. Dari hasil penelitian ini peneliti kurang sepakat dengan pertimbangan hukum Mahmakah Agung yang menyatakan Pengadilan Negeri Bale Bandung tidak salah dalam menerapkan hukum karena Pengadilan Negeri Bale Bandung dalam hal ini tidak berwenang dan melanggar akad pembiayaan Murâbahah, pemusnahan dokumen yang dilakukan oleh PT Bank BRI Syariah seharusnya mempunyai jangka waktu retensi 10 (sepuluh) tahun. Undang-undang perlindungan Konsumen menjelaskan upaya hukum sampai kasasi 100 (seratus) hari tetapi kenyataannya MA memutus sampai 17 (tujuh belas) bulan.</p> 2021-02-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) https://ejurnal.iiq.ac.id/index.php/almizan/article/view/225 Uang Elektronik, Uang Digital (Cryptocurrency) Dan Fatwa Dsn-Mui No.116 Tentang Uang Elektronik 2021-04-26T13:53:25+00:00 Mulvi Aulia opiaulia7@gmail.com <p><em>Seiring perkembangan zaman yang berdampak pada perkembangan teknologi di mana dunia saat ini sudah mengenal apa yang disebut internet, sistem pembayaran pun menemukan arah baru. Ada yang menginginkan digitalisasi sistem pembayaran namun tetap menggunakan instrumen konvensional,&nbsp; maka muncullah uang elektronik.&nbsp;&nbsp; Namun ada juga yang menginginkan digitalisasi sistem pembayaran dengan menggunakan instrumen digital juga, maka muncullah uang digital atau&nbsp; dikenal dengan cryptocurrency. Di Indonesia otoritas keuangan Sentral baru menerbitkan izin untuk uang elektronik begitu juga dengan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia yang mengeluarkan fatwa tentang kebolehan uang elektronik. Pada kenyataannya masyarakat Indonesia selain telah menggunakan uang elektronik mereka juga telah menggunakan uang digital. </em></p> 2021-02-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) https://ejurnal.iiq.ac.id/index.php/almizan/article/view/227 Kontemporer (Membangun Paradigma Ekonomi Syariah di Masyarakat) Urgensi Mempelajari Fikih Muamalah Dalam Merespon Ekonomi Dan Keuangan 2021-04-26T13:54:28+00:00 Muhammad Syarif Hidayatullah syarif.muhammad849@gmail.com <p><em>Manusia sebagai makhluk sosial dalam menjalani kehidupan di dunia tidak lepas dari aktivitas ekonomi. Interaksi ekonomi baik bersifat komersial maupun sosial terjadi setiap harinya. Produk dan jasa keuangan yang baru dan beragam hadir di tengah masyarakat sebagai sarana memenuhi kebutuhan dalam perekonomian modern. Syariat Islam yang komprehensif dan universal selain mengatur masalah ibadah juga mengatur masalah muamalah dengan problematika ekonomi yang berada dalam dimensi syariah. Dengan begitu, sangat penting untuk seorang muslim mempelajari fikih muamalah dalam merespons ekonomi dan keuangan kontemporer. Kedudukan fikih muamalah dalam khazanah keislaman begitu penting untuk dipelajari oleh umat Islam, karena keilmuan fikih muamalah adalah bekal utama untuk dapat memilah antara sah dan batil atau halal dan haram dalam ekonomi dan keuangan yang berdampak pada terwujudnya perekonomian syariah. Selain itu peran majelis taklim dengan pengajian fikih muamalah adalah vital sebagai media dakwah ekonomi syariah untuk membangun paradigma ekonomi syariah di masyarakat dengan alur berkelanjutan pada perjuangan memasyarakatkan ekonomi syariah di atas jalan jihad ekonomi<strong>.</strong> </em></p> 2021-02-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) https://ejurnal.iiq.ac.id/index.php/almizan/article/view/228 Kinerja Jakarta Islamic Index Dimasa Pandemi Covid-19 Tahun 2020 2021-04-26T13:54:57+00:00 Syafaat Muhari smuhari@iiq.ac.id <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak Covid-19 terhadap Kinerja Jakarta Islamic Index dengan membagi pengukuran menjadi tiga periode. Periode Desember 2019 – Februari 2020 yang merupakan periode dimana Covid-19 sudah muncul namun belum resmi diumumkan di Indonesia, Periode Kedua saat Maret 2020 – Mei 2020 saat Pandemi resmi diumumkan dan berlaku pembatasan Sosial Bersakal Besar (PSBB), dan periode Juni 2020 – Desember 2020 saat PSBB telah dilonggarkan. Lebih lanjut penelitian ini juga akan menguji bagaimana peramalan return harian saham-saham syariah saat terjadi pandemi dengan menggunakan pengukuran Simple Moving Average (SMA). Penelitian ini memberikan temuan bahwa pandemi covid-19 menyebabkan ketidakpastian diawal-awal terjadi infeksi global dan return harian saham-saham syariah mengalami pertumbuhan yang negatif sepanjang periode PSBB. Dengan diperlonggarnya PSBB maka peluang untuk terus mencatatkan pertumbuhan return harian yang positif semakin besar karena aktivitas ekonomi telah berjalan kembali. Temuan lain dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa pergerakan JII sedikit turun pada saat awal pemberlakuan PSBB namun terbukti tetap stabil dalam jangka menengan dan panjang. </em></p> 2021-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) https://ejurnal.iiq.ac.id/index.php/almizan/article/view/229 Wakaf Uang Dalam Pandangan Fikih Muamalat Dan Undang-Undang 2021-04-26T13:55:47+00:00 Sultan Antus Nasruddin Mohammad tubagussultan@iiq.ac.id <p><em>Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Pengumpulan data berasal dari wawancara kepada pihak yang terikat dengan pengelolaan wakaf uang di Bank CIMB Niaga Syariah serta mengumpulkan data dan mengkaji berbagai sumber tertulis yang terkait dengan praktik wakaf uang di Bank CIMB Niaga Syariah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Praktik wakaf uang yang dilakukan bank CIMB Niaga Syariah adalah Wakif melakukan penyetoran dana wakaf secara langsung maupun tidak langsung melalui program atau jasa layanan di CIMB Niaga Syariah, lalu dana tersebut akan disetorkan ke rekening Giro berakad wadi’ah milik mitra Bank – yaitu Nazhir, kemudian Nazhir akan mengelola&nbsp; dalam bentuk investasi di lembaga keuangan syariah dan mendapatkan bagi hasil yang akan disalurkan kepada mauquf ‘alaih. Bank CIMB Niaga Syariah Dalam tugasnya sebagai LKS PWU, Bank CIMB Niaga Syariah telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan Hukum Islam dan Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. </em></p> 2021-02-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) https://ejurnal.iiq.ac.id/index.php/almizan/article/view/230 Strategi Menjaga Pertumbuhan Bank Syariah Di Tengah Pandemi Covid-19 2021-04-26T13:56:12+00:00 Syarif Hidayatullah syarifhidayatullah@iiq.ac.id <p><em>Tulisan ini bermaksud menjelaskan sekilas tentang strategi menjaga pertumbuhan Bank Syariah di Tengah Pandemi Covid-19. Bank Syariah adalah Lembaga Keuangan yang kegiatannya untuk mewujudkan kemaslahatan materi melalui pengumpulan dana dan pengeluarannya yang sesuai dengan syariah. Berhubungan dengan Pandemi Covid-19, Indonesia salah satu dari sejumlah Negara yang terdampak Covid-19 tersebut, termasuk perbankan syariah. Dalam rangka meminimalkan dampak Covid-19, termasuk di sektor industri perbankan, pemerintah melalui Otoritas Jasa Perbankan (OJK) mengeluarkan kebijakan stimulus perekonomian Nasional sebagai kebijakan countercyclical dampak penyebaran corona virus disease 2019 menerbitkan POJK No. 11/POJK. 03/2020. Dalam Peraturan tersebut, OJK memerintahkan kepada Bank melakukan merger, konsolidasi, pengambil alihan dan atau integrasi dari membina merger, konsolidasi, akuisisi, atau integrasi. Kebijakan selanjutnya tentang industry perbankan yang dikeluarkan oleh otoritas selama PSBB (SP 26/DHMS/OJK/IV/2020), OJK meminta lembaga jasa keuangan untuk bekerja dengan jumlah minimum karyawan sesuai dengan protokol kesehatan di tempat kerja. Dampak pandemi covid-19 terhadap trategis perbankan syariah, semua bank syariah menerapkan stimulus ekonomi terkait pembiayaan restrukturisasi untuk nasabah yang terkena dampak pandemi covid-19 berdasarkan POJK No. 11/POJK. 03/2020. Selain itu juga mengembangkan aplikasi digital mobile banking</em></p> Copyright (c) https://ejurnal.iiq.ac.id/index.php/almizan/article/view/231 Persepsi Pelaku Wirausaha Skala Mikro Pada Upaya Pengembangan Ekosistem Produk Halal Di Kota Tangerang 2021-04-26T13:56:44+00:00 Teuku Fajar Shadiq teuku_fajarshadiq@unis.ac.id <p><em>Dalam beberapa kurun waktu terakhir ini, eksistensi ekonomi Islam memiliki peran penting dalam ekonomi global (global economy) yaitu dengan bertambahnya populasi penduduk muslim maka meningkat pula konsumsi dan demand produk halal yang sesuai syariah (sharia compliance), yang telah berkembang sub sektor makanan, kosmetik dan obat-obatan (farmasi), jasa keuangan, busana (fashion), travel Muslim yang bertemakan MuslimFriendly Tourism hingga media bertema Islam. Pemicu pertumbuhan tersebut antara lain di dorong oleh pertumbuhan ekonomi (economic growth) dan meningkatkan kepatuhan terhadap nilai-nilai etika. Dari hasil penelitian diketahui rata-rata penilaian responden terhadap variabel sentra bisnis halal adalah sebesar 4.45 dari skala 5 yang mengindikasikan bahwa responden dalam penelitian ini memiliki persepsi yang bagus dari pelaku usaha mikro dalam memenuhi atau mendirikan sentra bisnis halal. Hal ini dapat dilihat dari persepsi responden yang menyatakan bahwa produk yang memiliki sertifikat halal jauh lebih menguntungkan yang mendapatkan nilai 4.65 dari skala 5. Sementara itu, persepsi responden yang menyatakan bahwa sistem bagi hasil lebih menguntungkan dibandingkan sistem bunga mendapatkan penilaian 4.26 dari skala 5. Melihat trend usaha atau bisnis dengan skala seperti ini menggambarkan potensi peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengembangan usaha produktif sektor riil dengan model industri ultra mikro yang patut di dorong oleh Pemerintah melalu penyediaan landscape yang tertata dengan baik, sehingga mereka memperoleh tempat usaha yang permanen dengan berkontribusi pada pendapat pajak. </em></p> 2021-02-20T00:00:00+00:00 Copyright (c)