Persepsi Pelaku Wirausaha Skala Mikro Pada Upaya Pengembangan Ekosistem Produk Halal Di Kota Tangerang
Abstract
Dalam beberapa kurun waktu terakhir ini, eksistensi ekonomi Islam memiliki peran penting dalam ekonomi global (global economy) yaitu dengan bertambahnya populasi penduduk muslim maka meningkat pula konsumsi dan demand produk halal yang sesuai syariah (sharia compliance), yang telah berkembang sub sektor makanan, kosmetik dan obat-obatan (farmasi), jasa keuangan, busana (fashion), travel Muslim yang bertemakan MuslimFriendly Tourism hingga media bertema Islam. Pemicu pertumbuhan tersebut antara lain di dorong oleh pertumbuhan ekonomi (economic growth) dan meningkatkan kepatuhan terhadap nilai-nilai etika. Dari hasil penelitian diketahui rata-rata penilaian responden terhadap variabel sentra bisnis halal adalah sebesar 4.45 dari skala 5 yang mengindikasikan bahwa responden dalam penelitian ini memiliki persepsi yang bagus dari pelaku usaha mikro dalam memenuhi atau mendirikan sentra bisnis halal. Hal ini dapat dilihat dari persepsi responden yang menyatakan bahwa produk yang memiliki sertifikat halal jauh lebih menguntungkan yang mendapatkan nilai 4.65 dari skala 5. Sementara itu, persepsi responden yang menyatakan bahwa sistem bagi hasil lebih menguntungkan dibandingkan sistem bunga mendapatkan penilaian 4.26 dari skala 5. Melihat trend usaha atau bisnis dengan skala seperti ini menggambarkan potensi peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengembangan usaha produktif sektor riil dengan model industri ultra mikro yang patut di dorong oleh Pemerintah melalu penyediaan landscape yang tertata dengan baik, sehingga mereka memperoleh tempat usaha yang permanen dengan berkontribusi pada pendapat pajak.
References
Organizational Behavior. New York: McGraw-Hill.
Cooper dan Emory. (1996). Metode Penelitian Bisnis. Jakarta:Erlangga.
Damarjati (2010), Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesenjangan Pendapatan Di Propinsi Jawa Tengah.
Dipta, I Wayan. (2008). Strategi Penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Kerjasama Kemitraan Pola CSR. INFOKOP, Vol. 16.
Ferdinand, A. (2006). Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian untuk skripsi, Tesis dan Disertai Ilmu Manajemen. Semarang: Universitas Diponegoro.
Gouët, C., & Van Paassen, A. (2012). “Smallholder Marketing Cooperatives and Smallholders Market Access”: Lessons Learned from the Actors Involved. The Journal of Agricultural Education and Extension, 18(4), 369–385.
Hejazziey, Djawahir. (2009) “Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Lembaga Jeuangan Syariah (LKS) untuk Mengentaskan Kemiskinan dan
Pengurangan Pengangguran. Jurnal Ekonomi Syariah.
Kanbur, Ravi; Kasekende, Louis; Aryeetey, Ernest; Devarajan, Shantayanan (2012). The Oxford companion to the economics of Africa. Oxford New York, New York: Oxford University Press.
Kaplinsky, R., et. al. (2000). “Spreading the Gains from Globalisation: What Can be Learned from Value Chain Analysis”. IDS Working Paper No.110 Brighton. Insititute Development Studies.
Kreitner, Robert dan Angelo Kinicki. (2011). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.
Newstrom. John W., Davis, Keith, (2007). Perilaku Dalam Organisasi. Edisi Ketujuh. Alih bahasa, Agus Dharma. Jakarta: Erlangga.
Pearce, J.A. & Robinson, R.B,. (2005). Formulation, Implementation, and Control of Competitive Strategy. New York: Mc Graw Hill.
Salaam Gateway. (2020). Global Islamic Economic Report 2020.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Trimo, STP. (2006). Evaluasi Penyuluhan Pertanian Permasalahan dan Upaya Pemecahannya di Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali.
Unpublished.
Walgito, Bimo. (2008). Psikologi Kelompok. Yogyakarta : Penerbit Andi.